Tampilkan postingan dengan label romantic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romantic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2019

terpisah lima kaki

sumber: https://www.imdb.com/title/tt6472976/mediaviewer/rm1560636928

Hari Senin, geng pedi Teling pada janjian mau nonton film ini di bioskop. Aku yang silent reader sampai hari H ntah kenapa pengin aja nonton, padahal males keluar, tapi karena males nonton bioskop sendirian dan rada penasaran ama film ini, akhirnya aku ikutan nonton.

Awal film aku coba inget-inget si Haley Lu Richardson ini main di film apaaa kok aku beberapa bulan lalu sempet nonton film yang dia mainin, eh ternyata di The Edge of Seventeen. Doi manis banget sih, enak diliat, mirip Emilia Clarke versi muda.

Aku suka ceritanyaa. Ringan, tapi ada klimaksnya juga. Ada satu adegan dimana bikin satu bioskop heboh semua, dan kocaknya aku nonton ama geng pedi Telingku yang ada 5 (udah termasuk aku), cewe-cewe hopeless romantic semua, jadi ya begitulah wkwkwk. kelar nonton liloy, temanku yang INFP sama anehnya ama aku tapi dia jauh lebih absurd tapi kocak udah nangis-nangis gitu, akunya ngakak liat dia.

btw aku mau nulis gimana ya di blog ini kalo mau cerita film? soalnya kalo jaman dulu aku nulisnya emang spoiler abis-abisan, tapi sekarang aku takut kalo mau spoiler justru merusak tulisan ini, tapi karena ga ada yang baca, aku jadi ga terlalu peduli sih.

Jadi inti ceritanya adalah dua orang pasien penyakit kistik fibrosis, penyakit genetik yang menganggu saluran pernapasan. Karena rentan terhadap infeksi dan untuk mencegah cross-infection, sesama pasien ini gaboleh dekat-dekat. Nah si cewek, Stella yang bossy dan suka keteraturan ini ngajakin Will, si cowok untuk treatment bareng via face-time, karena si Will anaknya rada bandel dan harusnya menjalankan pengobatannya dengan teratur. Dan lama-lama mereka pun saling jatuh cinta, tapi ya kendalanya di jarak. Mereka ga boleh dekat-dekat. Sumpah ide ceritanya kreatif cuy. Aku ngantuk nonton A Fault in Our Stars, tapi ga dengan film ini.

oh iya, si Poe yang gay juga aku suka deh, typical best friend like literally the best friend ever. Bagus juga film-film sekarang udah bawa isu LGBTQ ke masyarakat, biar ga bikin canggung, walau emang aku peratiin sepanjang film kalo si Poe mulai ngomongin pacarnya, satu studio pada haha-hihi gaje.

dan Cole Sprouse omgggg the hottest guy everrrr like his black hair totally remind me of Paul Dano di Little Miss Sunshine arrrghhhh emo boy is my turn-on lol

EH SALAH. sumber: https://www.theodysseyonline.com/8-times-that-taylor-swift-was-actually-tyreesha-jones
sumber: https://pinterest.com/pin/121034308714499547/

udah sekian mau tidur. bye

Minggu, 18 Desember 2011

will you MERRY me?





Sebuah judul film bertemakan suasana natal, gak gitu booming sih filmnya, mungkin karena judulnya yang rada aneh hehe.. tapi kreatif kok.. eheheh

Waktu itu diputar tengah malam di DIVA UNIVERSAL.. aku baru posting sekarang soalnya baru sempet... kemarin-kemarin UAS dan segala perbaikan nilai...

back to the topic..

Film ini mengisahkan seorang pria muda, Henry Kringle yang sedang mencari perhiasan buat pacarnya, Rebecca Fine. Setelah berbincang-bincang tentang awal pertemuan mereka yang unik, dimana mereka datang dari kampung halaman masing-masing ke ibukota untuk bersekolah, dan mencari kamar apartemen, kebetulan mereka menginginkan kamar yang sama. Nah setelah beradu argumen gak jelas, akhirnya mereka sepakat untuk tinggal bersama (barat banget nih hehe), sang penjual perhiasan pun menyarankan Henry untuk sekalian membeli cincin pernikahan..

Perjalanan cinta yang sebenarnya pun dimulai. Sepasang kekasih muda ini pulang kembali ke rumah orangtua Henry. Orangtua Rebecca pun ikut serta. Maka lika-liku, halangan dan rintangan percintaan pun tak bisa dielak. Keluarga Rebecca yang beragama Yahudi pada awalnya tidak setuju karena keluarga Henry adalah Kristen yang ketat. Terutama Ibu Rebecca, Suzie, yang keliatan banget gak sukanya ama keluarga Henry pada awal pertemuannya. Suzie dan Marilyn, Ibu Henry benar-benar gak cocok satu sama lain. Keluarga Rebecca menghadapi kehidupan yang sangat berbeda dari biasanya, penduduk di kota kecil yang sangat antusias menyambut natal, masing-masing rumah dihiasi berbagai ornamen natal yang menghebohkan, bahkan sampai ada perlombaannya segala loh! dan terutama, penduduk sangat menghormati seekor rusa tua yang menjadi maskot kota ini. Sampai akhirnya rusa ini ditabrak mati oleh Suzie, dan perkelahian antara Suzie dan Marilyn pun tak terelakan lagi. Namun pada saat itu juga, mereka sadar bahwa mereka adalah satu keluarga. Suzie dan Marilyn pun akur kembali.

Masalah tidak cuma sampai di besan ini saja, juga pada Henry dan Rebecca sendiri. Mulai dari adanya senjata berburu di kamar Henry yang tidak diperkenankan oleh Rebecca selaku penganut Yahudi yang tidak boleh berburu, sampai pada kecemburuan Rebecca pada Kristy Easterbrook, sahabat masa kecil Henry yang sudah akrab sekali dengan keluarga Henry. Pada saat malam natal di gereja, Rebecca memergoki Henry dan Kristy sedang berciuman di bawah Mistletoe. Rebecca pun tiba-tiba menghilang.

Semua pun sibuk mencari Rebecca. Mulai dari kembali ke rumah (dan ternyata Rebecca, yang memiliki jiwa seni tinggi ini telah mendekor kembali rumah orangtua Henry sendirian, menjadi sangat indah!dan piala perlombaan rumah dengan dekorasi terbaik pun jatuh ke orangtua Henry!), sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti bintang (layaknya 3 majus mengikuti bintang timur untuk mencari bayi Yesus.. hehe)

Mereka pun tiba di bandara, dan mendapati Rebecca sedang duduk sendiri di sana. Henry yang masih memakai pakaian ala-Yusuf untuk drama di gereja pun memanggil-manggil Rebecca dari luar, serta diiringi tatapan aneh dari orang lain di bandara.

Henry meminta maaf pada Rebecca, menjelaskan peristiwa under mistletoe yang menurutnya adalah lelucon dari Kristy. Dan kemudian Henry pun berkata "Will you marry me?"

Happy Ending!

Cerita yang sederhana namun bagus sekali! Perbedaan gak seharusnya menjadi batu loncatan dalam kehidupan.. At least kita harus bisa salin mengerti dan menerima, karena kita semua adalah manusia dan saling bersaudara! (even in fact, hal ini teramat-sangat-sulit-sekali, terutama di Indonesia. Keluargaku sendiri pun gak setuju dengan adanya perbedaan.. Aku juga mikir sih sedangkan yang sama aja bisa bertentangan apalagi yang beda) Oke, curcol sekaligus per-lantur-an diakhiri sampai sini..



peace.love.and gahoelz

*p.s: Henry Kringle alias Tommy Lioutas, guanteng-pol! =3

Jumat, 10 Juni 2011

WHISPER OF THE HEART



Anime yang dirilis tahun 1995 ini menceritakan tentang Shizuku Tsukishima, seorang siswi tingkat akhir SMP yang menikmati waktu liburnya dengan membaca-baca buku perpustakaan. Kemudian ia sadar hampir semua buku yang dipinjamnya, telah dipinjam terlebih dahulu oleh seorang lelaki bernama Seiji Amasawa. Dia pun mulai membayangkan sosok lelaki tampan dan mengagumkan (gue banget ini haghaghaggg)

Saat dia pulang bersama sahabatnya, Yuko Harada, sehabis meminjam buku di perpustakaan sekolah, dia baru ingat buku yang dipinjamnya tersebut ketinggalan. Kemudian ia pun balik ke tempat dimana ia duduk bersama Yuko tadi. Ia kaget ada sesosok anak laki-laki berbadan tinggi yang sedang duduk membaca buku tersebut. Saat mengembalikan ke Shizuku, laki-laki itu menyebutkan nama panjang Shizuku. Dan tak lupa meledek lirik lagu yang Shizuku selipkan diantara buku tersebut. Shizuku pun marah dan kesal. Sekaligus bertanya-tanya, siapakah cowok menyebalkan itu?




Film jadul (halah) ini sangat asik ditonton! Ceritanya yang khas manga itu indah, romantis, dan HAPPY ENDING. Sekalipun banyak klimaks yang kita temukan di dalam, cowok yang ditaksir Yuko yang ternyata malah jatuh cinta ama Shizuku, Shizuku yang diledek teman sekelasnya gara-gara nongkrong di atap sekolah ama cowok itu (yang ternyata adalah Seiji Amasawa!), nilai-nilai sekolahnya yang jatuh gara-gara kesibukannya membuat novel, dan lain sebagainya. Banyak tokoh pendukung yang menyenangkan, seperti kakek Seiji si pemilik toko unik yang ramah dan baik hati, kucing Bulan yang mengantarkannya ke cintanya; Seiji, Baron si patung kucing yang menjadi inspirasi novel Shizuku, sampai kakak perempuan Shizuku, yang sempat adu mulut dengannya terkait menurunnya nilai sekolah Shizuku.

Adegan favoritku ya waktu mereka berdua udah mau berpisah, Seiji memegang tangan Shizu sebagai tanda perpisahan sementara. Terus pas adegan dimana Shizu bangun dan membuka jendela, dan Seiji sudah ada di bawah dan siap untuk memboncengnya, padahal mereka sama sekali gak janjian loh.. dan terakhir, ending film tersebut, dimana Seiji membawa Shizu ke bukit dimana pemandangannya indah sekali, terutama saat matahari terbit.



KAPAN YA DAPET COWO SEROMANTIS ITU? HAHAHA #gaknyante

byew~

peace.love.and gahoelz